Live Your Life

Live Your Life


So live your life that the fear of death can never enter your heart. Trouble no one about their religion;respect others in their view, and demand that they respect yours. Love your life, perfect your life, beautify all things in your life. Seek to make your life long and its purpose in the service of your people. Prepare a noble death song for the day when you go over the great divide.

Always give a word or a sign of salute when meeting or passing a friend, even a stranger, when in a lonely place. Show respect to all people and grovel to none.

When you arise in the morning give thanks for the food and for the joy of living. If you see no reason for giving thanks, the fault lies only in yourself. Abuse no one and no thing, for abuse turns the wise ones to fools and robs the spirit of its vision.

When it comes your time to die, be not like those whose hearts are filled with the fear of death, so that when their time comes they weep and pray for a little more time to live their lives over again in a different way. Sing your death song and die like a hero going home.

Tecumseh

Terjemahan saya dalam Bahasa Indonesia:

Jalani Hidupmu


Jadi, jalani hidupmu sehingga ketakutan akan kematian tidak dapat merasuki hatimu. Jangan permasalahkan agama (kepercayaan) seseorang; hormati pandangan orang lain, dan minta mereka menghargai pandanganmu. Cintai hidupmu, sempurnakan hidupmu, perindah semua hal dalam hidupmu. Berusahalah untuk membuat hidupmu panjang dan bertujuan melayani masyarakat. Siapkan lagu kematian yang mulia untuk hari dimana kau pergi ke ‘sana’.

Selalu berikan kata atau tanda sapaan ketika bertemu atau berpapasan dengan teman, bahkan orang asing, di tempat yang sepi. Tunjukkan penghormatan kepada semua orang dan jangan merendah pada siapapun.

Ketika kamu bangun di pagi hari, berterima kasihlah atas makanan dan kebahagiaan yang kau nikmati. Jika kau tak melihat alasan untuk berterima kasih, kesalahannya ada pada dirimu sendiri. Jangan melukai orang lain atau apapun, karena kesakitan mengubah orang bijak menjadi orang bodoh dan merampok semangat dari visinya.

Ketika waktumu untuk mati tiba, jangan seperti mereka yang hatinya dipenuhi dengan ketakutan akan kematian, sehingga mereka menangis dan berdoa untuk sedikit waktu lagi untuk menjalani hidup dengan cara yang berbeda. Nyanyikanlah lagu kematianmu dan mati layaknya seorang pahlawan dalam perjalanan pulang ke rumah.

Tecumseh
Pemimpin Suku Indian Shawnee – Penduduk Asli Amerika saat perang melawan bangsa kulit putih.  

Comments

Popular posts from this blog

Kosong adalah Isi, Isi adalah Kosong

Kesadaran kita saat ini akan menentukan masa depan