Posts

Showing posts from June, 2017

Kaizen, A Japanese Technique for Overcoming Laziness

Image
Japanese people running around in Shibuya (pixabay) Almost all of us periodically sets ourselves a new goal or challenge — and just as often in the end fails to achieve them. We end up telling ourselves that we’re just not ready yet, that we’ll do it next week, next month...next year. We might even pursue them with zeal at the start. But once we’ve made a small amount of effort, we’ll tell ourselves we’ve done enough, and it’s time to take this whole ‘starting a new life’ thing more slowly. Why does it always turn out like this? The answer’s fairly obvious: Because we try to achieve too much, too fast; because we get sick of the new responsibility; because it’s difficult to change old habits and try something new. Kaizen, or the one-minute principle In Japanese culture there exists the practice of Kaizen, which includes the idea...

Suami-Isteri dan Anak: Tak Akan Bersama Tanpa Takdir Pertemuan

Image
Mengapa Dharma Buddha mengatakan bahwa bisa menjadi suami isteri itu adalah takdir pertemuan, sementara anak-anak adalah utang, dan tidak akan datang kalau tidak ada utang ? Dalam Kitab Suci Buddha dikatakan : Untuk apakah pria dan wanita itu datang ke dunia ? Menyelesaikan (takdir) pertemuan yang belum berakhir. Tidak akan bersatu/bersama tanpa pertemuan yang ditakdirkan, dan juga tidak akan datang kalau tidak ada utang”. Kaum wanita, kebanyakan sakit hati (benci) pada suami, daripada sebaliknya. Pria mungkin akan berkata : Istri saya yang membenci saya saja, saya tidak tahu. Asal tahu saja, seberapa dalam cinta itu, maka sedalam itulah bencinya. Mengapa wanita lebih banyak mengeluh? Karena sejak saat mereka (kaum perempuan) menikah dengan laki-laki itu, telah menyerahkan hati dan jiwa mereka sepenuhnya pada laki-laki itu, dan mereka mencintai keluarga ini, mencintai suaminya, menyayangi anak-anaknya setelah menikah, demi keluarga ini, mereka bekerja keras, tapi hasilnya, su...