Mengapa Dharma Buddha mengatakan bahwa bisa menjadi suami isteri itu adalah takdir pertemuan, sementara anak-anak adalah utang, dan tidak akan datang kalau tidak ada utang ? Dalam Kitab Suci Buddha dikatakan : Untuk apakah pria dan wanita itu datang ke dunia ? Menyelesaikan (takdir) pertemuan yang belum berakhir. Tidak akan bersatu/bersama tanpa pertemuan yang ditakdirkan, dan juga tidak akan datang kalau tidak ada utang”. Kaum wanita, kebanyakan sakit hati (benci) pada suami, daripada sebaliknya. Pria mungkin akan berkata : Istri saya yang membenci saya saja, saya tidak tahu. Asal tahu saja, seberapa dalam cinta itu, maka sedalam itulah bencinya. Mengapa wanita lebih banyak mengeluh? Karena sejak saat mereka (kaum perempuan) menikah dengan laki-laki itu, telah menyerahkan hati dan jiwa mereka sepenuhnya pada laki-laki itu, dan mereka mencintai keluarga ini, mencintai suaminya, menyayangi anak-anaknya setelah menikah, demi keluarga ini, mereka bekerja keras, tapi hasilnya, su...