This Too Will Pass

picture taken from buddhazine.com
ONE OF THE MOST PRICELESS of teachings that helps with depression is also one of the simplest. But teachings that seem simple are easy to misunderstand. Only when we are finally free from depression can we claim to have truly understood the following story.
The new prisoner was afraid and very depressed. The stone walls of his cell soaked up any warmth; the hard iron bars sneered at all compassion; the jarring collision of steel, as his cell door closed, locked hope beyond reach. His heart sank as low as his sentence stretched long. On the wall, by the head of his cot, he saw scratched in the stone the following words: This too will pass.

These words pulled him through, as they must have supported the prisoner before him. No matter how hard it got, he would look at the inscription and remember, “This too will pass.” On the day he was released, he knew the truth of those words. His time was completed; jail too had passed.
As he regained his life, he often thought about that message, writing it on bits of paper to leave by his bedside, in his car, and at work. Even when times were bad, he never got depressed. He simply remembered, “This too will pass,” and struggled on through. The bad times never seemed to last all that long. Then when good times came he enjoyed them, but never too carelessly. Again he remembered, “This too will pass,” and so carried on working at his life, taking nothing for granted. The good times always seemed to last uncommonly long.
Even when he got cancer, “This too will pass” gave him hope. Hope gave him strength and the positive attitude that beat the disease. One day the specialist confirmed that “the cancer too had passed.”
At the end of his days, on his death bed, he whispered to his loved ones, “This too will pass,” and settled easily into death. His words were his last gift of love to his family and friends. They learned from him that “grief too will pass.”5
Depression is a prison that many of us pass through. “This too will pass” helps us pull through. It also avoids one of the great causes of depression, which is taking the happy times too much for granted.


Ini Pun Akan Berlalu
Seorang narapidana baru merasa ketakutan dan tertekan. Tembok-tembok batu di selnya seperti menyerap habis semua kehangatan; jeruji-jeruji besi bagai mencemooh segala belas kasih; suara gelegar baja yang beradu ketika gerbang ditutup, mengunci harapan jauh-jauh. Hatinya terpuruk sedalam hukuman yang sedemikian lama. Di tembok, di atas kepala tempat tidur lipatnya, dia melihat sebuah kalimat yang tergores disana : INIPUN AKAN BERLALU.

Kalimat itu melecut semangatnya, mungkin demikian juga dengan narapidana lain sebelum dia. Tak peduli betapa beratnya, dia akan menatap tulisan itu dan mengingatnya; ini pun akan berlalu. Pada hari dia dibebaskan, dia mengetahui kebenaran dari kata-kata itu. Waktunya telah terpenuhi; penjara pun telah berlalu.

Ketika dia menjalani kehidupan normalnya, dia sering merenungi pesan itu, menulisnya di secarik kertas untuk ditaruh di samping tempat tidurnya, di mobil dan di tempat kerja. Bahkan saat dia mengalami hal-hal yang buruk, dia tak akan menjadi depresi. Dengan mudah dia akan mengingat, "ini pun akan berlalu", dan terus berjuang. Saat-saat yang buruk pun tidak memerlukan waktu lama untuk berlalu. Lalu ketika saat-saat yang menyenangkan tiba, dia menikmatinya, tetapi tanpa terlalu sembrono. Sekali lagi dia akan mengingat, "ini pun akan berlalu", dan terus lanjut bekerja, tanpa menggampangkan hal yang menyenangkan itu. Saat-saat yang indah biasanya juga tak akan bertahan lama-lama.

Bahkan ketika dia menderita saki, "ini pun akan berlalu" telah memberinya harapan. Pengharapan memberinya kekuatan dan sikap positif yang mengalahkan penyakitnya. Suatu hari, dokter spesialis memastikan bahwa "sakit pun akan berlalu".

Pada hari-hari terakhirnya, di atas ranjang kematian, dia membisikkan kepada orang-orang yang dicintainya, "ini pun akan berlalu", dan dengan enteng dia meninggalkan dunia ini. Kata-katanya adalah pemberian cinta terakhir bagi keluarga dan teman-temannya. Mereka belajar darinya bahwa "kesedihan pun akan berlalu".

Depresi adalah sebuah penjara yang serind dialami oleh kita-kita ini. "Ini pun akan berlalu" membantu melecut semangat kita; juga menghindarkan salah satu penyebab depresi hebat, yaitu tidak mensyukuri saat-saat bahagia.

by Ajahn Brahm

Comments

Popular posts from this blog

Kosong adalah Isi, Isi adalah Kosong

Live Your Life

Kesadaran kita saat ini akan menentukan masa depan